Archive for July, 2008

tentang anakku

Tuesday, July 15th, 2008

setelah beberapa postingan yang ngga jelas

absurd

ngawur,

ato kata bang pay "nelongso"

tak adil rasanya kalau tidak mengangkat satu topik yang juga berpengaruh banyak, kurang lebih pada lingkaran kehidupan ku.

setelah sukses alhamdulillah menghirup O2 surabaya yg kadar kermuniannya berkurang 50% akibat polusi, ramzy sekarang mulai menunjukkan watak aslinya

berkaitan dengan riwayat genetika yg rumit, mbulet dan perlu ahli biologi khusus untuk menjelaskan…perilaku ramzy sekarang mulai menunjukkan gejala kepribadian ganda..

nek quot kata2ne indah fm "wuoooofooo kui.." (baca=wopo kui - maap, aku quotnya ketika keyboard mba indah kehilangan orientasi huruf "p" yg berubah "f" dengan sendirinya)

kembali ke kepribadian ganda.

bagaimana mungkin seorang anak, batita, pasca orok, hidup baru 2 th di bumi manusia ini, bisa berakting lebih canggih dari papahnya ????

secara

semua kebohongan baik putih, hitam ato abu2 yg disembunyikan papahnya, aku bisa tau???

tapi ramzy????

hanya Tuhan dan dia yang tau hal2 apa yg disembunyikan dibalik kegiatan pasif mukanya yang polos itu.

bukaaaann…bukan curiga dengan mba ijah, ato papahnya, ato koko tetangga sebelah yg terbiasa menemani hari2 ramzy dengan warna (ketimbang mamahnya yg tiap hari pulang malam -mengais dollar-)

tapi ramzy, ketika ada tante2 manis ato om2 ganteng yg bertandang ke rumah…sikapnya bisa malu2 kucing bunting, senyum2 ngga jelas..dan nggremeng2 sambil liat dinding…

ditanyain… cuma senyum

ditanyain lagi…senyum lagi

sekali lagi ditanya…sekali lagi senyum..

sampe pusing yang nanya, yg ditanya, dan yang mendengarkan pertanyaan2 dari penanya…

jadi berasa gagal didikan. alias berpikir apakah sehari2 antara mba ijah dan ramzy hanya ada filem bisu? ato bahasa isyarat? ato cuma kode2 kedipan mata?

prasangka itu berakhir taktala om dan tante berwajah manis2 telur cicak itu pulang.

anakku langsung berubah jadi penyiar radio yg baru pertama tampil.

banci ngomong.

"mah. omna mana? tantena mana?"

"mah.tadi anji-na (ramzi-nya.red) maem ikan. ikan paus.besay…"

"mah. mba jah nakal tyus anji pukul tyus nangis (ngga jelas yg nangis mba jah ato ramzy.red)."

"mah.ngga bole nangis yaaa…ngga boleh mukul yaa…minta maap!!!"

habis itu dia nyanyi a,b,c, d, e..versi inggris yg kalo lafal dia berubah jadi…e, bi,si, di, i, ef, ji,eij,…

habis itu dia berhitung sampe dua puluh

habis itu dia nyanyi lagu dari mulan jameela, yovie nuno, lagu anak2 sampe lagu rohani

habis itu dia nunjukin mainan kartu gambar hewan2

"mah. kuda. kudana jebla. ni ada ikan juga.ni kucing,jlapah,singa,monyet,ulay…"

habis itu dia kembali membisu berkutat dengan mainan "intelligence block" yg kubelikan bulan lalu. asyik bikin tower televisi ato rumah bertingkat..

Subhanallah….

anakku..

entah berkepribadian ganda ato cuma pemalu…aku pikir mungkin itu hal yg wajar. bahkan orang dewasa acapkali melakukannya. bermuka dua. jaim. palagi kalo ketemu om2 n tante2 berwajah duit…wah…

kadang ramzy cuma diam menatap dinding

papahnya juga sering diam menatap dinding

bahkan mba jah dan aku juga sering ngeliatin dinding tanpa napsu..

tapi benak kita pasti berbeda. dinding yang kita lihat juga pasti jadi beda. ruang lingkup dan batasan dinding juga beda. semua pasti punya cita2 dan pemikiran sendiri akan dijadikan apa dinding di depan kita itu?

upshh…aku ngga tau. apakah anak2 laen juga sering begitu. sejenak diam , sejenak cerdas, sejenak pilon, sejenak hiperaktif, sejenak berakting…

yang pasti, aku percaya apapun yg ramzy lakukan, akting apapun yang dia tunjukkan, kadang menyebalkan, kadang menggemaskan dan ataupun menakjubkan, dia tetap anak kami yg sempurna. baik genetika maupun fisik..yg otomatis menurun dari dna orang tuanya..(yg kebetulan dua makhluk ajaib keluaran kaleng sarden)..

"ramzy…" aku panggil dia. "i love you.."

dia menoleh, tertawa dengan gigi susu empat belasnya..

"mi tuuu, mamah.."

twenty four

Wednesday, July 2nd, 2008

(diambil dari arsip email chibinesta@yahoo.com)

Hari ini, 09 Oktober 04, aku mengalami 2 hal yang membuatku mulai berpikir tentang hidup.

What’s life for, What’s beneath on it? Have I made my life count?……

Aku lagi di rumah. Pulang kampung sebelum puasa. Pagi tadi aku bangun dalam keadaan gobyos dan berisik. Ternyata pintu jendela kamar tertutup rapat. Ada ‘tang teng tong’ di luar.

Bau apek dan pesing. Papa dan ‘rewang lanang’ ku lagi mengadakan acara “ mouse hunt”. Akhir2 ini binatang lucu itu emang lagi banci2nya tampil. Sliwer sana, mejeng sini. Dari kamar makan sampe teras. Orang rumah pada gemes.

Jadi pada hari libur ini, para pria berusaha melenyapkan koloni tak berdosa itu. Papaku punya gen pecinta binatang yang sama denganku. Bukannya seperti kebanyakan pembunuh tikus lainnya yg dengan ekstrim dan semangat G30S/PKI membantai, papaku lebih ke “penggusuran habitat”.

Beliau dan rewangnya sibuk bongkar-buang barang2 rongsokan yang numpuk di gudang dan mojok di sudut rumah yang sekiranya di-real estatekan oleh Ir. Miki Tikus. Bau dan debunya…ampun deh. Sebagian barang itu dibuang dan dilenyapkan. Yang masi berguna ditata ulang.

Papa melihat pembongkaran itu sebagai usaha sanitasi dan higienisasi.

Rewangku melihat itu sebagai uang ekstra dan pengencangan otot gratis.

Aku, yang Cuma ngelihat dari jauh, melihat itu sebagai suatu bentuk kekejaman psikologis dari pengobrak-abrikan masa laluku yang tercermin dari eksistensi boneka2 unyil, wc jongkok mobil, boneka putri salju, boneka teddy bear,surat2 cinta, bola basket kempes, sepatu butut pesing, dsb…..

seperti slide film yang muncul silih berganti, kenangan batita, balita, TK, SD,SMP,SMU bahkan awal2 kuliah terasa jelas di kepalaku.

Dari hidupku yang 24 tahun ini, dengan begitu banyak barang yang menemaniku, apa sih yang sudah kuperbuat?

Aku udah kerja, tapi masi bergantung sama orang tua.

Aku punya semangat, tapi impulsif, cepat datang dan cepat reda.

Bahkan hal yang paling sepele, yaitu bagaimana aku membahagiakan diriku sendiri pun aku belum bisa.

Jadi mikir.

Jadi lebih menghargai apa yang namanya masa lalu.

Heraclitus, filosof Yunani abad jauh sebelum Socrates diciptakan, Berkata bahwa dunia itu dicirikan dengan adanya kebalikan. Kita tidak akan pernah menghargai rasa kenyang kalo ngga pernah kelaparan. Kita tidak pernah menghargai perdamaian kalo nggak pernah perang. Dan kita tidak akan pernah bangkit kalo kita tidak pernah terpuruk.

Satu lagi, aku nggak akan pernah segitunya menghargai masa laluku kalo aku aku tidak merasa sakit hati dengan masaku sekarang ini.

Sore hari, di tengah teriknya matahari pancaroba, kami sekeluarga ngumpul di teras nunggu tukang es lewat.

Setelah menghamburkan uang dengan membeli beberapa buah es krim, aku dan mama duduk nyaman di kursi teras. Kulihat seoang gembel mengaduk2 tong sampah kami yang bagaikan harta karun karena banyak besi2 tua yg bisa dijual. Kucuekin dia. Ah, biarin aja. Ada jutaan gembel di dunia, satu gembel singgah di rumahku, who cares? Batinku mulai terusik ketika aku sadar bahwa gembel itu sama sekali tidak memungut besi2 tua itu. Aku mulai menyipitkan mata, memperhatikan apa sebenernya yang dia pungut dan korek2.

dan..

Tuhanku…

ternyata yang dia pungut adalah nasi.

Upo2.

sisa semalam.

Sudah basi.

dan tidak terkemas dalam kresek.

Disebar gitu aja. Bercampur besi2 tua. Bau pesing tikus. Tahi2 tikus.

Dan beliau yg dengan telaten menjumput upo2 itu dalam sebuah kotak kertas kumal……

Mama langsung lari ke dalam.

Aku juga lari kedalam.

Mama mengambil nasi hangat dari rice cooker plus bbrp lauk, aku mengambil duit dalam dompetku.

Ketika aku keluar, gembelnya udah pergi. Aku kejar. Trenyuh rasanya melihat dia makan dengan lahap nasi beracun itu.

Ketika kusodorkan nasi hangat dan duit, dia cuman memandangku saja.

Tak mengucapkan apapun.

Lalu tersaruk2 pergi.

Aneh, semakin lama dia jadi kabur. Seakan2 tiba2 turun kabut tebal yang menghalangi pandanganku.

Ternyata itu cuman air mata.

Yang memenuhi mataku.

Hikz.

Hidup ini begitu pahit.

Heraclitus sekali lagi benar.aku tidak akan merasa bahwa hidupku begitu beruntung kalo tidak pernah melihat gembel itu….